Friday, January 8, 2016

Aktivitas Liburan Akhir Tahun (3) -Griya Tawang Resto-

"Paa .. nanti mampir di situ ya!" kira-kira begitu permintaan istri saya ketika sepeda motor yang kami kendarai melewati Griya Tawang Resto. Permintaan yang sukar saya tolak karena saya pun merasa penasaran dengan tempat tersebut.
 
Akhirnya (melanjutkan cerita bagian ke-2) ... setelah melewati jalanan yang adem-berliku-naik-turun dengan pemandangan indahnya, kami pun mampir ke Griya Tawang Resto untuk menyelesaikan urusan "kampung tengah" seraya beristirahat. Sempat sih kami mampir ke warung sop Bu Ugie yang katanya legendaris itu, tapi ternyata menu andalannya habis ketika kami sampai di sana. Keputusan untuk pindah tempat makan yang tidak kami sesali karena nantinya kami bisa bersantai di Griya Tawang Resto.

Sedikit saya beri ancer-ancer letak tempat makan yang asyik ini. Jika Anda bergerak dari atas (dari arah Cemoro Sewu) turun menuju ke arah kota Karanganyar, setelah berkendara sekitar 10-15 menit (kalau nggak salah lho ya...) nanti di sebelah kanan Anda akan menemukan resto tersebut. Tepatnya, Griya Tawang berada diJalan Raya Tawangmangu Km. 34 Kalisamin, Desa Ngeblak, Sumokado-Karanganyar
 
Resto dengan konsep alam ini cukup menyegarkan mata, pikiran, dan juga tubuh (terutama kalau Anda nyebur sekalian ke sungai yang ada di areal resto). Oya, resto ini sebenarnya merupakan bagian dari penginapan, yang dilengkapi juga dengan fasilitas permainan outbond.Namun hari itu, kami bukan mau menginap, apalagi outbond, tapi ingin mengisi perut sambil menikmati suasana alam.

Begitu masuk daerah parkiran ... seorang bapak tua menyambut dengan begitu ramah dan mempersilakan kami masuk dan menunjukkan tempat kami dapat memesan makanan. Kami pun menyapa petugas yang ada di bagian front-office (kalau boleh pinjam istilah perhotelan), lalu bergegas menuju ke salah satu gubug yang terletak agak di bagian atas.

Sayup-sayup kami mendengar gemericik air, yang membuat kami tak sabar ingin segera mencelupkan kaki (dan berfoto!) sambil menantikan makanan disajikan. Setelah membolak-balik daftar menu, kami pun memutuskan untuk memesan nasi goreng, coklat panas, teh tarik panas, dan paket mendoan (yang akhirnya harus diganti bakwan karena mendoan habis) ...
 
Harganya? Relatif murah sih untuk tempat yang asyik kayak gitu. Untuk nasi goreng dibanderol 15 ribuan, minuman 5 ribuan, dan gorengan 8 ribuan (kalau nggak salah isinya 5 potong) MASIH DITAMBAH pajak sebesar 10% yang ditanggung oleh konsumen.
Sambil menunggu makanan-minuman disajikan .. kami segera beraksi dan menguasai areal sekitar sungai yang dipenuhi banyak batu besar dengan gemericik air yang menyegarkan pikiran.

Puas berfoto, kami pun menyantap hidangan "ala desa" yang kami pesan. Selesai makan ... karena masih terasa capek, ditambah angin semilir yang bertiup membuat mata saya mengantuk. Saya pun menyempatkan diri untuk tidur siang selama beberapa menit untuk mengembalikan kondisi tubuh.
Bukannya apa-apa ... setelah ini masih ada 1 lokasi yang harus kami tuju ... dilanjutkan pulang ke rumah dengan jarak sekitar 1-1,5 jam mengendarai motor.
 
Sambil masih terkantuk-kantuk ... mata saya segera melek begitu tahu nominal yang harus dibayarkan...nggak begitu mahal sih, cuman bisa bikin mata melek aja...hahaha...
After that ... setelah membayar parkir ... kami langsung capcus meluncur ke lokasi wisata selanjutnya yang terletak di daerah Tawangmangu juga ... yaitu ... air terjun Jumog ...!!!
 
Nantikan ceritanya di tulisan selanjutnya ...silakan menikmati dulu kompilasi foto-foto jepretan kamera dari ponsel Andromax C2 New (uuppss...nyebut merk .. dibayar berapa ... hahaha...)










No comments:

Post a Comment

Rutinitas Rumah Sakit dan Insight "You'll Never Walk Alone" Mengisi Soreku yang Syahdu ...

  Ilustrrasi rumah sakit (Source: www.wphealthcarenews.com) Di tengah suasana sore yang syahdu setelah diguyur hujan deras bercampur angin y...